SEKATOJAMBI.COM, TANJABBAR – Menindaklanjuti informasi masyarakat terkait pemberitaan dan video kebakaran tumpukan janjang kosong (jangkos) yang beredar di media sosial, Unit Reskrim Polsek Merlung melakukan pengecekan langsung ke areal PT Inti Indosawit Subur (IIS), Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Selasa (15/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons cepat kepolisian untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengklarifikasi informasi mengenai dugaan kebakaran tumpukan jangkos di dalam areal perusahaan.
Pengecekan dipimpin Kanit Reskrim Polsek Merlung IPDA Boby Juliantara bersama personel. Setibanya di lokasi, personel melakukan pemeriksaan terhadap titik yang diduga mengalami kebakaran.
Dari hasil pengecekan, ditemukan tiga titik kebakaran tumpukan jangkos yang berada di Blok D20C areal PT Inti Indosawit Subur. Selanjutnya, personel Polsek Merlung berkoordinasi dengan pihak perusahaan yang diwakili Bajar, Sapta, Suraji, dan Sihombing untuk memperoleh keterangan terkait kejadian tersebut.
Berdasarkan koordinasi awal, pihak perusahaan menyampaikan bahwa kebakaran tersebut diduga dilakukan oleh orang yang tidak dikenal. Namun, informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat dijadikan kesimpulan akhir mengenai penyebab kebakaran.
Saat pengecekan dilakukan, kondisi tumpukan jangkos di lokasi masih terbakar. Personel Polsek Merlung bersama pihak perusahaan kemudian melakukan upaya pemadaman secara bersama-sama guna mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Kapolsek Merlung IPTU Hendro Gusfian, S.H., M.H., melalui Kasi Humas Polres Tanjung Jabung Barat IPDA Ucen S. Kasih, mengatakan kepolisian bergerak setelah menerima informasi masyarakat yang beredar melalui media online.
“Polri merespons setiap informasi masyarakat terkait potensi kebakaran. Pengecekan langsung dilakukan untuk memastikan fakta di lapangan, termasuk kondisi api dan langkah penanganannya,” ujar IPDA Ucen.
Ia menegaskan, informasi mengenai penyebab kebakaran maupun dugaan adanya unsur kesengajaan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
“Kami tidak ingin berspekulasi. Fakta di lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan langkah selanjutnya. Yang paling utama saat ini adalah memastikan api dapat dikendalikan dan tidak meluas,” tegasnya.
Polres Tanjung Jabung Barat juga mengimbau seluruh pihak, khususnya pengelola areal perkebunan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada tumpukan material yang mudah terbakar.
“Kami mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Setiap potensi titik api harus segera ditangani dan dilaporkan kepada pihak berwenang agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” pungkas Kasi Humas Polres Tanjab Barat.
Polsek Merlung selanjutnya akan terus melakukan pemantauan dan pendalaman terhadap kejadian tersebut guna memastikan penyebab kebakaran serta menentukan langkah penanganan berikutnya.


























